Dalam dunia seni vokal, pitch dan power seringkali menjadi fokus utama, namun kelincahan (agility) dan kontrol adalah pembeda antara penyanyi biasa dan penyanyi mahir. Dua teknik artikulasi Italia, Staccato dan Legato, adalah kunci untuk mencapai kontrol dan kelincahan tersebut. Staccato dan Legato tidak hanya berlaku pada musik instrumental, tetapi juga esensial dalam menentukan cara penyanyi menghubungkan atau memisahkan setiap not dalam sebuah melodi. Menguasai Staccato dan Legato memungkinkan vokalis menyampaikan frasa musik dengan dinamika dan kejelasan yang luar biasa, membuat penampilan terasa lebih ekspresif dan terkontrol.
Legato: Seni Menghubungkan Suara
Legato (berasal dari bahasa Italia yang berarti “terikat”) adalah teknik bernyanyi di mana not-not dimainkan atau dinyanyikan secara halus dan terhubung tanpa jeda udara di antaranya. Bayangkan setiap not mengalir mulus ke not berikutnya, seperti rantai yang tak terputus. Untuk mencapai legato yang sempurna, vokalis harus memiliki kontrol pernapasan diafragma yang sangat baik dan memastikan pita suara (vocal folds) bergetar secara konsisten tanpa ada break atau tekanan mendadak.
Dosen Seni Musik dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Prof. Dr. Harjono Sudiro, M.A., dalam kelas Masterclass Vokal Klasik pada bulan Maret 2025, menekankan bahwa legato adalah fondasi utama dalam genre musik klasik dan ballad. Ia merekomendasikan latihan vokal dengan suku kata vowel terbuka (seperti “A” atau “O”) pada arpeggio (tangga nada melompat) untuk melatih transisi yang mulus. Latihan ini harus dilakukan minimal 20 menit per hari.
Staccato: Presisi dan Kelincahan
Sebaliknya, Staccato (berasal dari bahasa Italia yang berarti “terputus”) adalah teknik bernyanyi di mana setiap not disuarakan secara singkat, tajam, dan terpisah jelas dari not berikutnya. Teknik ini membutuhkan presisi waktu yang luar biasa dan kontrol diafragma yang kuat, seringkali digunakan untuk menunjukkan kelincahan atau karakter yang ceria dalam sebuah lagu. Untuk melakukan staccato yang bersih, vokalis perlu menggunakan otot perut untuk memberikan dorongan udara yang cepat dan terpisah untuk setiap not, seolah-olah Anda mengucapkan Hut-Hut-Hut.
Latihan staccato dapat dilakukan dengan cepat pada skala C Major menggunakan suku kata “Pa” atau “Ta”. Latihan ini tidak hanya meningkatkan kelincahan tetapi juga memperkuat otot-otot yang menopang pernapasan. Petugas Keamanan Gedung Pertunjukan di Jakarta mencatat bahwa sesi latihan staccato seringkali menjadi bagian dari pemanasan utama selama 10 menit sebelum konser paduan suara, sebagaimana diwajibkan oleh penyelenggara pada tanggal 5 Oktober 2025.
Integrasi dan Kontrol Vokal
Menguasai kedua teknik ini secara terpisah barulah langkah awal. Kontrol vokal sejati muncul ketika Anda mampu berpindah dari legato ke staccato secara instan dalam frasa yang sama. Hal ini memungkinkan penyanyi untuk menafsirkan skor musik dengan akurasi dan artistik yang tinggi. Kedua teknik ini, saat dipadukan dengan kontrol diafragma yang kuat, secara signifikan akan meningkatkan kelincahan dan ekspresi Anda saat bernyanyi.
