Jawa Timur merupakan wilayah yang memiliki keragaman topografi, mulai dari pesisir hingga pegunungan tinggi, yang membuatnya sangat rentan terhadap perubahan iklim global. Memasuki musim penghujan di tahun 2026, badan meteorologi telah memberikan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem di Jatim, termasuk wilayah Malang Raya yang dikenal dengan curah hujannya yang tinggi. Fenomena seperti hujan lebat disertai angin kencang hingga risiko bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor dan banjir bandang menjadi ancaman nyata yang harus diwaspadai. Bagi warga Malang, kesiapsiagaan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk melindungi diri, keluarga, dan harta benda dari dampak buruk cuaca yang tidak menentu.
Hal pertama yang harus disiapkan oleh warga adalah memastikan sistem drainase di sekitar tempat tinggal dalam kondisi bersih. Masalah utama banjir di wilayah perkotaan Malang seringkali dipicu oleh sumbatan sampah pada saluran air. Saat terjadi cuaca ekstrem di Jatim, volume air yang turun sangat besar dalam waktu singkat, sehingga saluran yang tersumbat akan meluap dengan cepat ke pemukiman warga. Kerja bakti rutin untuk membersihkan selokan dan memastikan tidak ada endapan lumpur yang tebal sangat membantu memperlancar aliran air menuju sungai. Tindakan preventif sederhana ini terbukti efektif dalam meminimalisir risiko genangan air yang dapat merusak bangunan dan perabotan rumah tangga.
Hal kedua berkaitan dengan pengecekan kekuatan struktur bangunan dan pohon di sekitar rumah. Angin kencang yang sering menyertai hujan lebat akibat cuaca ekstrem di Jatim berpotensi merobohkan papan reklame, atap rumah yang sudah rapuh, hingga pohon-pohon besar. Warga disarankan untuk melakukan pemangkasan terhadap dahan pohon yang sudah terlalu rimbun agar beban pohon tidak terlalu berat saat diterpa angin. Selain itu, memastikan bagian atap rumah terpasang dengan kuat adalah langkah penting untuk menghindari kebocoran atau atap yang terlepas. Kesiapan fisik bangunan rumah menjadi benteng utama dalam menghadapi terjangan badai yang sewaktu-waktu bisa terjadi.
