Salah satu janji kampanye utama Donald Trump adalah mengembalikan lapangan kerja di sektor manufaktur. Menurutnya, perdagangan bebas telah merugikan Amerika Serikat. Ribuan pabrik telah tutup dan jutaan pekerjaan telah hilang. Ia mengklaim bahwa kebijakan tarifnya adalah solusi untuk masalah ini. Tujuannya adalah menciptakan kembali pekerjaan di dalam negeri.
Trump berpendapat bahwa tarif yang tinggi akan membuat barang impor menjadi lebih mahal. Ketika harga barang impor naik, konsumen akan beralih ke produk domestik. Peningkatan permintaan pada produk dalam negeri akan mendorong pabrik untuk kembali beroperasi. Ini secara langsung akan menciptakan lapangan kerja baru.
Fokus Trump pada sektor manufaktur sangatlah jelas. Ia seringkali mengunjungi pabrik-pabrik yang berjuang untuk bertahan. Ia berbicara langsung dengan para pekerja. Ini adalah bagian dari strateginya untuk menunjukkan bahwa ia peduli pada nasib pekerja Amerika. Narasi ini sangat kuat dan efektif.
Trump juga menuduh Tiongkok dan negara lain melakukan praktik dagang tidak adil. Mereka dituduh melakukan dumping dan subsidi ilegal. Hal ini membuat produk mereka sangat murah. Menurutnya, tarif adalah satu-satunya cara untuk melawan praktik tersebut dan melindungi lapangan kerja di AS.
Di bawah kebijakan tarifnya, AS berhasil melakukan negosiasi ulang beberapa perjanjian dagang. Perjanjian USMCA, yang menggantikan NAFTA, adalah salah satu contohnya. Trump mengklaim bahwa perjanjian baru ini lebih adil dan lebih menguntungkan bagi pekerja AS. Tujuannya adalah untuk meningkatkan lapangan kerja di Amerika.
Meskipun tujuannya adalah menciptakan lapangan kerja, banyak ekonom yang skeptis. Mereka berpendapat bahwa kenaikan tarif dapat memicu tarif balasan. Ini merugikan eksportir AS. Banyak perusahaan yang bergantung pada impor bahan baku juga terkena dampak. Mereka harus menaikkan harga produk.
Banyak studi menunjukkan bahwa meskipun beberapa lapangan kerja mungkin tercipta, banyak juga yang hilang. Perang dagang menciptakan ketidakpastian ekonomi. Ini menghambat investasi dan pertumbuhan. Biaya yang dibayar oleh konsumen dan produsen sangat besar.
Trump melihat tarif sebagai alat yang ampuh. Ia merasa bahwa ancaman tarif dapat memaksa negara lain untuk bernegosiasi. Ia percaya bahwa AS memiliki kekuatan untuk mendikte. Ia ingin mengakhiri era perdagangan yang menurutnya tidak adil.
