Kabar gembira bagi para pengguna setia kereta api di Pulau Jawa! PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus melakukan peningkatan layanan, salah satunya dengan mengoptimalkan kecepatan operasional kereta api di berbagai lintas. Terbaru, sejumlah jalur kereta api di Jawa kini memungkinkan kereta melaju dengan kecepatan hingga 120 kilometer per jam, mempersingkat waktu tempuh perjalanan secara signifikan dan meningkatkan efisiensi mobilitas.
Peningkatan kecepatan ini merupakan implementasi dari Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025 yang mulai berlaku pada awal Februari lalu. Langkah ini terwujud berkat adanya perbaikan dan modernisasi infrastruktur perkeretaapian, termasuk jalur rel yang semakin mumpuni untuk menampung kecepatan tinggi. KAI dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) memastikan bahwa lintas-lintas yang ditingkatkan kecepatannya telah melalui serangkaian pengujian keamanan yang ketat demi kenyamanan penumpang.
Adapun jalur-jalur di Pulau Jawa yang kini dapat dilalui kereta dengan kecepatan maksimal 120 km/jam tersebar di berbagai daerah operasi (Daop). Beberapa di antaranya meliputi lintas Cikarang – Cikampek, Cikampek – Haurgeulis, Cirebon – Tegal, Semarang Poncol – Ngrombo, Kutoarjo – Yogyakarta, dan masih banyak lagi. Peningkatan kecepatan ini berlaku untuk beberapa layanan kereta api, terutama kelas eksekutif hingga ekonomi komersial, memberikan pilihan perjalanan yang lebih cepat.
Dampak positif dari peningkatan kecepatan ini sudah mulai dirasakan oleh para penumpang. Waktu tempuh perjalanan kereta api antarkota di Jawa menjadi lebih singkat, membuat perjalanan menjadi lebih efisien dan nyaman, serta meningkatkan produktivitas. Misalnya, Kereta Api Majapahit relasi Pasarsenen – Malang mengalami pemangkasan waktu tempuh hingga 119 menit, sebuah penghematan waktu yang signifikan.
Meski demikian, KAI mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar jalur kereta api untuk tetap waspada dan berhati-hati, terutama saat melintasi perlintasan sebidang. Peningkatan kecepatan kereta api memerlukan kesadaran dan kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas demi keselamatan bersama. Dengan layanan kereta api yang semakin cepat dan andal, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memilih transportasi publik ini untuk mobilitas mereka di Pulau Jawa, mengurangi kemacetan dan emisi karbon.
