Kecelakaan Truk ODOL Berulang, Pengamat Soroti Kesehatan Sopir

Frekuensi kecelakaan yang melibatkan truk Over Dimension Over Load (ODOL) semakin mengkhawatirkan. Insiden demi insiden, seperti yang terjadi di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek pada April 2025 yang melibatkan truk kontainer, terus berulang. Selain masalah muatan berlebih, pengamat transportasi kini semakin menyoroti faktor krusial lainnya: kesehatan dan kelelahan pengemudi truk.

Kecelakaan truk ODOL tidak hanya menyebabkan kerugian materi, tetapi seringkali juga menelan korban jiwa. Kondisi kendaraan yang melebihi batas dimensi dan muatan membuat truk sulit dikendalikan, terutama saat melaju di jalan menanjak, menurun, atau berbelok tajam. Ini menjadi bom waktu yang bergerak di jalan raya.

Dosen dan pengamat transportasi dari Universitas Indonesia, Dr. Sony Sulaksono, dalam sebuah diskusi daring, menegaskan bahwa faktor human error sangat dominan dalam kecelakaan truk ODOL. “Bukan hanya muatan yang berlebih, tetapi kondisi pengemudi yang kelelahan atau bahkan sakit seringkali luput dari perhatian,” ujarnya.

Sopir truk ODOL seringkali harus menempuh perjalanan panjang dengan jam kerja yang tidak menentu. Tekanan untuk mencapai target waktu dan beban kerja yang tinggi kerap membuat mereka mengabaikan istirahat yang cukup. Akibatnya, kelelahan menumpuk, bahkan memicu penggunaan obat-obatan terlarang untuk tetap terjaga.

Pemeriksaan kesehatan rutin bagi pengemudi truk, terutama yang beroperasi jarak jauh, menjadi sangat penting. Tidak hanya pemeriksaan fisik, tetapi juga pemeriksaan psikologis untuk memastikan mereka dalam kondisi prima. Perusahaan logistik memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan kondisi kesehatan karyawannya.

Selain itu, edukasi mengenai bahaya kelelahan di jalan raya juga harus terus digalakkan. Sopir harus sadar pentingnya istirahat yang cukup, nutrisi yang baik, dan menghindari penggunaan zat adiktif. Kampanye keselamatan jalan raya harus menyasar langsung para pengemudi truk.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan juga perlu memperketat pengawasan terhadap jam operasional sopir dan kondisi fisik truk. Razia rutin di jalur-jalur rawan kecelakaan harus diintensifkan, tidak hanya untuk menindak ODOL, tetapi juga mengecek kesiapan pengemudi.

Masalah kecelakaan truk ODOL adalah kompleks. Selain penindakan terhadap muatan berlebih, aspek kesehatan dan kesejahteraan sopir tidak boleh diabaikan. Ini adalah kunci untuk mewujudkan jalan raya yang lebih aman bagi semua pengguna.

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa